Jumat, 21 November 2014

Pesan Tersirat Muktamar XIX

Muktamar XIX yang digelar di Jakarta telah usai. Seperti lumrahnya sebuah perjalanan pastilah meninggalkan kesan dan makna mendalam bagi setiap orang yang melakukannya. Saya sebagai salah satu peserta yang turut ambil bagian merasakannya. Banyak ilmu ilmu yang terbaharui disana, banyak pandangan pandangan yang berkembang disana, banyak sifat sifat kritis yang memacu adrenalin kedepan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik.
"Spirit Keilmuan untuk Gerakan Pelajar Berkemajuan" adalah tema yang diusung PP IPM. Ini bukan menjadi tema tanpa makna sedikitpun. Spirit keilmuan ini berorientasi untuk mencapai 'goal' yang sesungguhnya yaitu pelajar yang memiliki semangat untuk selalu peka, peduli, dan bergerak mengikuti perkembangan pengetahuan di era globalisasi sekarang ini. Bukan lagi hal baru kita para pelajar untuk peka, peduli dan bergerak mengikuti perkembangan zaman. Kita yang selalu menjadi manusia paling update dari manusia lainnya, terlihat dengan sibuknya kita merespon setiap deringan suara gadget yang terdengar hanya demi mengetahui perkembangan perkembangan yang ada di sekitar kita. Namun ironi, sebagian dari kita terlalu bersifat individualistis. Kita hanya sekedar tahu berita terbaru tanpa pernah ingin memahaminya, kita hanya ingin menjadi orang yang paling pertama tahu isu terbaru tanpa pernah membuka hati dan pikiran untuk bersifat kritis menghadapinya. Bukan itu yang dinamakan spirit keilmuan yang diinginkan.
"Gerakan Pelajar Berkemajuan" menjadi tujuan yang harus dicapai ikatan agar kedepannya mampu meciptakan kader kader yang memang sesuai dengan kebutuhan bangsa ini. Peran pelajar sangatlah penting, apalagi untuk menghadapi komunitas asean 2015. Pelajar haruslah menjadi poros penggerak kemajuan bangsa ini. Pelajar diproyeksikan untuk terus maju menghadapi tantangan yang makin hari makin sulit. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang tadi dimaksudlah pelajar bisa semakin maju. 
Keilmuan yang sudah sepatutnya dikembangkan dan spirit yang sudah seharusnya dijaga oleh kalangan pelajar agar tetap eksis menjaga konsistensi gerakan yang diinginkan bangsa ini. Jadi, marilah kita semua mencoba ikut serta aktif membangun bangsa ini. Caranya, dengan 'iqro' bacalah dan 'qalam' pena (menulis).

Oleh : Moon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar